IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB).

image

IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB). 


 

 

PENGERTIAN : Mendirikan Bangunan adalah pekerjaan mengadakan bangunan seluruhnya atau sebagian, termasuk pekerjaan menggali, menimbun atau meratakan tanah yang berhubungan dengan pekerjaan mengadakan bangunan tersebut.

DASAR HUKUM :

1.       Undang-undang RI No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung

2.       Peraturan Pemerintah RI No.36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Pembangunan Gedung

3.       Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI No.27 / PRT / M / 2007, Tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan Dan Lingkungan

4.             Perda No 02 Tahun 1999 Tentang  Retribusi Izin Mendirikan Bangunan

PERSYARATAN :

A.        Persyaratan Administratif :

1.         Mengisi Formulir Permohonan IMB

2.         Persetujuan RT, Lurah dan Camat setempat

3.         Persetujuan penyanding / Sehalat untuk Bangunan > 2 lantai dan bangunan rumah tinggal yang melebihi batas toleransi GSB yang ditentukan dengan bangunan di sebelahnya.

4.         Fotocopy surat bukti hak tanah/sertifikat tanah

5.         Rekomendasi Camat Yang Bersangkutan

6.         Surat Keterangan / Persatujuan Ijin Pemilik Tanah ( bagi penyewa )

7.         Ijin Prinsip Bupati untuk Bangunan Yang Bersifat Strategis Dan Yang Bersifat Di Persyaratkan

8.         Surat Keterangan Tidak dalam Sengketa ( apabila di perlukan )

9.         Surat Pernyataan Menanggung Resiko Konstruksi Bangunan Bermaterai Rp.6.000

10.      Surat Kuasa Bermaterai Rp.6.000 Apabila Yang Mengurus atau Mengambil Bukan Pemohon

11.      Rencana kerja dan syarat-syarat/rencana anggaran belanja

12.      Sketsa letak/lokasi bangunan akan didirikan

13.      Surat pernyataan pengelolaan lingkungan  untuk bangunan komersial.

B.        Persyaratan Teknis :

1.             Gambar Situasi ( site plane / master plane )

2.             Gambar Rencana Bangunan Lengkap yang disahkan dan ditandatangani oleh instansi berwenang atau konsultan perencana atau ahli bangunan minimal DIII (khusus bangunan lantai II keatas)

3.             Perhitungan Konstruktur Untuk Bangunan Bertingkat Lebih Dari Dua Lantai

4.             Amdal / UKL dan UPL (untuk bangunan usaha yang dipersyaratkan).

5.             Surat pernyataan kesanggupan menyediakan tempat parkir bermeterai Rp 6.000,- (untuk bangunan usaha komersial yang dipersyaratkan);

C.        Legalisasi/Penggantian IMB yang hilang :

1.         Mengajukan permohonan kepada Bupati Kotawaringin Timur Up. Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu; 

2.         Melampirkan surat keterangan ASLI kehilangan dari Kepolisian RI;

3.         Melampirkan fotokopi KTP pemohon;

4.         Melampirkan sketsa/denah lokasi.

5.         Melampirkan Fotocopy IMB (apabila ada)

6.         Permohonan legalisasi IMB yang tidak bisa melampirkan foto copy IMB yang hilang dan tidak terdata dalam arsip data pada KP2T / Dinas PU Daerah tidak akan dilayani.

D.        Persyaratan Izin Mendirikan Bangunan Rumah Ibadah : IMB untuk rumah ibadah diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006. Persyaratan yang diperlukan guna mendapatkan IMB rumah ibadah sama seperti untuk memperoleh IMB untuk bangunan gedung biasa disertai dengan syarat lain,yaitu :

1.         Daftar nama dan KTP pengguna rumah ibadah paling sedikit 90 orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah;

2.         Dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan oleh Lurah/Kepala Desa.

3.         Rekomendasi tertulis Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur;

4.         Rekomendasi tertulis Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Kotawaringin Timur;


TARIF RETRIBUSI  :      Koefisen Luas Bangunan X Luas Bangunan X Koefisien Tingkat  Bangunan X   Koefisien Guna Bangunan   X Tarif Retribusi  (Rp.100.000,-)  
KETENTUAN KOEFESIEN UNTUK MENENTUKAN UANG ROOI / SKRD BERDASARKAN PERDA NOMOR : 02 TAHUN 1999 I.          KOEFESIEN LUAS BANGUNAN

No. LUAS BANGUNAN KOEFESIEN
1 Bangunan dengan luas s/d 50 m2 0.42
2 Bangunan dengan luas s/d 100 m2 0.83
3 Bangunan dengan luas s/d 250 m2 2.08
4 Bangunan dengan luas s/d 500 m2 4.17
5 Bangunan dengan luas s/d 1000 m2 8.33
6 Bangunan dengan luas s/d 2000 m2 16.67
7 Bangunan dengan luas s/d 3000 m2 25.00
8 Bangunan dengan luas >s/d 3000 m2 25.01



II.         KOEFESIEN TINGKAT BANGUNAN

No. TINGKAT  BANGUNAN KOEFESIEN
1 Bangunan 1 Lantai 1.00
2 Bangunan 2 Lantai 2.00
3 Bangunan 3 Lantai 2.50
4 Bangunan 4 Lantai 3.00
5 Bangunan 5 Lantai 4.00


III.        KOEFESIEN GUNA BANGUNAN

No. GUNA BANGUNAN KOEFESIEN
1 Bangunan Sosial 1.25
2 Bangunan Fasilitas Umum 2.75
3 Bangunan Pendidikan 2.75
4 Bangunan Perumahan 2.75
5 Bangunan Kelembagaan / Kantor 2.75
6 Bangunan Perdagangan dan Jasa 6.50
7 Bangunan Industri 6.50
8 Bangunan Khusus 6.50
9 Bangunan Campuran 8.75


KETENTUAN TEKNIS LAIN a.         Bangunan adalah konstruksi tehnik yang di bangun atau diletakan atau melayang dalam suatu lingkungan secara tetap sebagian atau seluruhnya pada, diatas atau di bawah permukaan tanah dan atau perairan yang berupa bangunan gedung dan atau bukan gedung. 
b.         Mendirikan Bangunan adalah pekerjaan mengadakan bangunan seluruhnya atau sebagian, termasuk pekerjaan menggali, menimbun atau meratakan tanah yang berhubungan dengan pekerjaan mengadakan bangunan itu. 
c.         Tinggi Bangunan adalah jarak tegak lurus yang diukur dari rata- rata permukaan tanah asal di mana bangunan di didirikan sampai pada garis pertemuan antara tembok luar atau tiang struktur bangunan dengan atap.Tinggi setiap bangunan maksimum 15 m dari permukaan tanah , kecuali bangunan tertentu, seperti tower, menara, cerobong atau sarana ibadah. 
d.         Garis Sempadan Bangunan  adalah garis khayalan yang ditarik pada jarak tertentu sejajar dengan as jalan atau pinggir sungai atau as pagar yang merupakan batas persilyang boleh dan tidak boleh di banguni bangunan. 
e.         Garis sempadan bangunan pada jalan ( tanjakan ) minimal 1.5 m untuk jalan arteri dan minimal 1 m untuk jalan lokal di ukur dari pinggir got. 
f.          Sempadan bangunan denga pagar batas persil samping dan belakang minimal 2 m kecuali ada pernyataan persetujuan dari tetangga yang saling berbatasan(penyanding) 
GARIS SEPADAN BANGUNAN (GSB) Wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang

NO NAMA JALAN BATAS GARIS SEMPADAN BANGUNAN( GSB )

1 Jln. Jendral Sudirman 40 m dari As Jalan Apabila GSB belum
2 Jln. H.M Arsyad dari bundaran KB s/d Samuda 40 m dari As Jalan Ada dalam daftar, maka dapat digunakan
3 Jln. Lingkar Kota Selatan 40 m dari As Jalan Ketentuan sebagai
4 Jln.H.M Arsyad s/d Bundaran  KB 15 m dari As Jalan berikut :
5 Jln. Kapten Mulyono 15 m dari As Jalan

6 Jln. Achmad Yani 14 m dari As Jalan GSB = (1/2 x L ) + 1
7 Jln. Ir. H. Juanda 14 m dari As Jalan (Diukur dari sisi luar
8 Jln. S. Parman 14 m dari As Jalan Saluran jalan)
9 Jln. Yos Sudarso 14 m dari As Jalan

10 Jln. Haryono, MT 14 m dari As Jalan L = Daerah Milik
11 Jln. D.I Panjaitan 14 m dari As Jalan       Jalan ( DAMIJA )
12 Jln. H. Imran 14 m dari As Jalan

13 Jln. KH. Dahlan 13 m dari As Jalan DAMIJAterdiri dari :
14 Jln. Suprapto 13 m dari As Jalan Badan jalan + Bahu
15 Jln. Pelita 13 m dari As Jalan Jalan + saluran jalan
16 Jln. Gatot Subroto 12 m dari As Jalan

17 Jln. Cut Mutia 10 m dari As Jalan

18 Jln. Putra Borneo 10 m dari As Jalan

19 Jln. H. Ahmad 10 m dari As Jalan

20 Jln. Pangeran Antasari 10 m dari As Jalan

21 Jln. Mangga 10 m dari As Jalan




Wilayah Kecamatan Baamang

NO NAMA JALAN BATAS GARIS SEMPADAN BANGUNAN ( GSB ) KETERANGAN
1 Jln. Lingkar Kota Utara 40 m dari As Jalan Contoh :
2 Jln. Cilik Riwut 40 m dari As Jalan

3 Jln. Usman Harun 13 m dari As Jalan Damija lebar = 10 m
4 Jln. Muchran Ali 13 m dari As Jalan ( termasuk ; badan jalan + bahu jalan +
5 Jln. Kristopel Mihing 12 m dari As Jalan saluran jalan )
6 Jln. Walter Condrad 12 m dari As Jalan

7 Jln. R.A Kartini 12 m dari As Jalan Maka :
8 Jln. Gunung Merapi 12 m dari As Jalan

9 Jln. Padat Karya 12 m dari As Jalan GSB = ( ½ x 10 ) + 1 = 6 m
10 Jln. Hasan Mansyur 14 m dari As Jalan

11 Jln. Somekto 14 m dari As Jalan Garis Sempadan Bangunan  = 6 m
12 Jln. Yos Sudarso 14 m dari As Jalan

13 Jln. Sukabumi 10 m dari As Jalan

14 Jln. Siratol Mustaqim 10 m dari As Jalan





Thu, 7 Sep 2017 @16:43

Copyright © 2021 PT. BINA MANAJEMEN GLOBAL · All Rights Reserved
powered by sitekno